PENDAPATAN APBDESA BUNGA ANTOI TAHUN 2021 Rp.1.586.676.423

Cari Blog Ini

Senin, 27 Oktober 2014

ASMAUL HUSNA


A. Pengertian Asmaul Husna

1. Arti secara Bahasa dan Istilah
      Kata asmaul husna berasal dari bahasa arab Al-Asmaau yang berarti nama-nama, beberapa nama dan al-Husnaa yang berarti yang baik, yang indah. Menurut istilah, asmaul husna berarti nama-nama yang indah bagi Allah swt. Asmaul Husna hanya pantas dimiliki Allah swt, sesuai kebesaran dan keagungan-Nya. Walaupun ada manusia yang mempunyai nama seperti asmaul husna, namun hal itu hanyalah kesamaan nama saja. Asmaul husna Allah sempurna, sedangkan nama-nama baik manusia sangat banyak kelemahannya, tidak sesuai dengan keadaannya.

2. Sejarah Diturunkannya Ayat tentang Asmaul Husna
      Di dalam kitab asbabunnuzul diterangkan bahwa pada suatu hari Rasulullah saw. melakukan shalat di Mekah dan berdoa dengan kata-kata, "Ya Rahman, Ya Rahim". Doa tersebut terdengar oleh sebagian kaum musyrikin. Kala itu berkatalah mereka, "Perhatikan orang yang murtad dari agamanya! Ia melarang kita menyeru 2 Tuhan, dan dia sendiri menyeru 2 Tuhan". Dengan adanya
ucapan mereka itu, turunlah ayat sebagai berikut.
قُلِ ادْعُوا اللَّهَ أَوِ ادْعُوا الرَّحْمَٰنَ ۖ أَيًّا مَا تَدْعُوا فَلَهُ الْأَسْمَاءُ الْحُسْنَىٰ ۚ وَلَا تَجْهَرْ بِصَلَاتِكَ وَلَا تُخَافِتْ بِهَا وَابْتَغِ بَيْنَ ذَٰلِكَ سَبِيلًا
Artinya
Katakanlah: "Serulah Allah atau serulah Ar-Rahman. Dengan nama yang mana saja kamu seru, Dia mempunyai al asmaaul husna (nama-nama yang terbaik) dan janganlah kamu mengeraskan suaramu dalam shalatmu dan janganlah pula merendahkannya dan carilah jalan tengah di antara kedua itu".(Q.S. Al-Isra/17:110)                                   .

Menurut ayat di atas, kaum musyrikin mengira bahwa Rasulullah saw, menyebut nama Allah dan Ar-Rahman karena mereka tahu bahwa di Yamamah ada orang yang bernama Rahman. Dengan turunnya Q.S. al-Isra ayat 110 di atas, berarti dugaan mereka telah dibantah. Pada ayat yang lain, Allah swt berfirman sebagai berikut                             .

وَلِلَّهِ الْأَسْمَاءُ الْحُسْنَى فَادْعُوهُ بِهَا وَذَرُوا الَّذِينَ يُلْحِدُونَ فِي أَسْمَائِهِ سَيُجْزَوْنَ مَا كَانُوا يَعْمَلُونَ
Artinya :

      “Hanya milik Allah Asmaul Husna (nama-nama yang baik), maka memohonlah kepada-Nya dengan menyebut Asmaul Husna itu dan tinggalkanlah orang-orang yang menyimpang dari kebenaran dalam nama-nama-Nya . Nanti mereka akan mendapat balasan terhadap apa yang telah mereka kerjakan”. (Q.S. Al-A’raf/7:180)                      .

Ayat di atas memberi pengajaran kepada kita agar menyebut nama Allah dengan nama keagungan-Nya, yakni asmaul husna. Terhadap orang-orang musyrik yang menyalahartikan asmaul husna, kita disuruh untuk membiarkan saja karena Allah sendiri yang akan memberi balasan terhadap perbuatan mereka di hari akhir kelak                      


Zikir Asma'ul Husna Beserta Arti Dan Manfaat Atau Khasiatnya
1.     Ar-Rahman (Maha Pemurah)
      Ar-Rahman artinya yang mempunyai rahmat yang luas untuk seluruh makhluq tanpa terkecuali muslim dan non muslim yang diberikan didunia ini, meliputi rizky jalan hidup dan seluruh urusan kebaikan.[4]
      Dari nama-Nya Ar-Rahman, maka Rahmat-Nya menghalangi-Nya untuk membiyarkan hamba-Nya begitu saja, tidak mengenalkan mereka apa yang dapat digunakan untuk memperoleh kesempurnaan (sebagai hamba). Maka nama ini menyiratkan adanya pengutusan para rasul, dan turunnya kitab-kitab, karena nama ini tidak hanya sekedar menurunkan hujan, menumbuhkan tanaman, dan mengeluarkan biji-bijian, nama ini tidak sekedar mewujudkan tubuh atau jasad tetapi lebih terwujudnya kehidupan hati atau ruh seorang hamba.
      Sedangkan orang awam memahami nama ini sekedar arti tekstual tapi bagi ulul albab (orang-orng yang berakal sempurna) mampu memahami nam ini secar konstekstual.[5]
Didalam surat Al-Fatihah: 3 ,Didalam surat Al-Ahzab: 43,Didalam surat Al-A’raaf: 156
Didalam surat Al-Baqoroh: 163
وَإِلَهُكُمْ إِلَهٌ وَاحِدٌ لا إِلَهَ إِلاهُوَ الرَّحْمَنُ الرَّحِيمُ
Artinya:
“Dan Tuhanmu adalah Tuhan Yang Maha Esa; tidak ada Tuhan (yang berhak disembah) melainkan Dia, Yang Maha Pemurah lagi Maha Penyayang.” (Didalam surat Al-Baqoroh: 163)


Khasiat Ar-Rahman:
Membaca nama Allah Ya Rahman ya Rohim sebanyak 100 kali setiap selesai melaksanakan sholat wajib akan terpelihara dari kealpaan, kalalaian dan terhindar dari sifat keras kepala.[6] 
Lafadz Ar-Rahman diualang dalam al-Qur’an sebanyak 50 kali

Wujud Ar-Rahman-Nya:
- Rahmat yang agung dan paling  besar adalah wahyu Allah al-Qur’an
yang diturunkan kepada nabi Muhammad s.a.w didalam surat An-Nahl: 89
- Taurat kepada nabi Musa a.s, didalam surat Al-A’raaf: 154
- Ilmu, didalam surat Al-Kahfi: 65
-  Rahmat yang diberikan Allah kepada orang-orang mu’min yaitu dihindarkan
dari siksa yang akan menimpa orang-orang kafir, didalam surat Huud: 58, dan surat Huud: 94
- Turunya hujan, tanaman, air, beragam suku bangsa, dll. Didalam surat
Ar-Ruum: 50
-          Membaca Al-Qur’an, didalam surat Al-A’raaf: 204 

2.       Ar-Rahim (Maha Penyayang)
     
      Ar-Rahim artinya pelaku rahmat yang sangat penyayang kepada orang yang beriman, yang memberikan rahmat secara khusus kepada orang beriman di akhirat, (khusus bagi orang muslim).[7]   Didalam surat Al-Fatihah: 3,Didalam surat Al-Baqoroh: 143, Didalam surat Asy-Syuaraa’: 191
وَإِنَّ رَبَّكَ لَهُوَ الْعَزِيزُ الرَّحِيمُ
Artinya:
“Dan sesungguhnya Tuhanmu benar-benar Dialah Yang Maha Perkasa lagi Maha Penyayang.”

Khasiat Ar-Rohim:
Membacanya sebanyak 100 kali setelah sholat shubuh maka dia akan mendapatkan kasih sayang dari semua makhluq.
Lafazd ar-rahim diulang dalam al-qur’an lebih dari 90 kali.[8]

Wujud Ar-Rahim-Nya:
- Allah adalah Dzat yang paling mengasihi, didalam surat Al-A’raaf: 151
- Allah adalah sebaik-baiknya penjaga dan penyayang, didalam surat Yusuf: 64
- Allah adalah sebaik-baik Dzat yang merahmati, didalam surat al-Mu’minun:
109 dan Al-Mu’minun: 118
- Allah adalah pemilik rahmat yang sebenarnya dan sangat luas, didalam surat
Al-An’am: 133, surat Al-An’am:  147, dan surat Al-Kahfi:58        

3.       Al-Malik (Maha Raja)
Al-Malik artinya Allah adalah dzat yang merajai dan menguasai semua makhluk-Nya. Semua yang ada dijagat raya ini adalah makhluk ciptaan-Nya. Karena hanya Allah Maha Kuasa.[9]
Didalam surat Al-Hasyr: 23,Didalam surat Al-Mu’minun: 116,Didalam surat Al-Ma’idah: 17
وَاذْكُرُوا نِعْمَةَ اللَّهِ عَلَيْكُمْوَمِيثَاقَهُ الَّذِي وَاثَقَكُمْ بِهِ إِذْ قُلْتُمْ سَمِعْنَا وَأَطَعْنَا وَاتَّقُوا اللَّهَ إِنَّ اللَّهَ عَلِيمٌ بِذَاتِ الصُّدُورِ
Artinya:
“Dan ingatlah karunia Allah kepadamu dan perjanjian-Nya yang telah diikat-Nya dengan kamu, ketika kamu mengatakan: "Kami dengar dan kami taati". Dan bertakwalah kepada Allah, sesungguhnya Allah Maha Mengetahui isi hati (mu).”

Menurut hadist, Nabi Khidhir a.s mengajarkan do’a sebagai berikut:
اللهم انت الملك الحق الذى لااله الاانت ياالله ياسلام ياشافى
Artinya:
“Ya Allah, Engkau adalah Maha Raja, Maha Benar, tidak ada Tuhan selain Engkau. Ya Allah Yang Maha Menyelamatkan Yang Maha Menyembuhkan.”


Khasiat Al-Malik:
Membaca Al-Malik 99 kali sesudah sholat shubuh, dia akan disegani oleh kawan-kawannya dan mendapat posisi terhormat di tempat kerjanya.[10]
Wujud Al-Malik-Nya:
- Kekuasaan Allah atas kapan datanngnya kematian kita di tangan-Nya,
didalam surat AliImram: 185
- Rahasia kapan datangnya hari kiamat, didalam surat Al’An’am: 73
- Kekuasaan Allah menghilangkan dan menghancurkan semua yang hidup,didalam
surat Az-Zumar: 67
- Raja hari kiamat, didalam surat Ghofir: 40
- Allah mengantikan langit dan bumi dengan langit dan bumi yang lain, didalam
surat Ibrahim: 48
   
4.       Al Quddus (Maha Suci)
Al-Quddus artinya Dzat yang maha suci dan semua sifat yang ditangkap oleh panca indra, digambarkan dalam khayalan, dugaan, dan apa yang terlintas dalam hati dan pikiran.[11]
Didalam surat Al-Jumu’ah: 1,Didalam surat Al-Baqoroh: 87

وَلَقَدْ آتَيْنَا مُوسَى الْكِتَابَوَقَفَّيْنَا مِنْ بَعْدِهِ بِالرُّسُلِ وَآتَيْنَا عِيسَى ابْنَ مَرْيَمَ الْبَيِّنَاتِ وَأَيَّدْنَاهُ بِرُوحِ الْقُدُسِ أَفَكُلَّمَا جَاءَكُمْ رَسُولٌ بِمَا لا تَهْوَى أَنْفُسُكُمُ اسْتَكْبَرْتُمْ فَفَرِيقًا كَذَّبْتُمْ وَفَرِيقًا تَقْتُلُونَ
Artinya:
“Dan sesungguhnya Kami telah mendatangkan Al Kitab (Taurat) kepada Musa, dan Kami telah menyusulinya (berturut-turut) sesudah itu dengan rasul-rasul, dan telah Kami berikan bukti-bukti kebenaran (mukjizat) kepada `Isa putra Maryam dan Kami memperkuatnya dengan Ruhul-Qudus. Apakah setiap datang kepadamu seorang rasul membawa sesuatu (pelajaran) yang tidak sesuai dengan keinginanmu lalu kamu angkuh; maka beberapa orang (di antara mereka) kamu dustakan dan beberapa orang (yang lain) kamu bunuh?.”

Khasiat Al-Quddus:
Membacanya 100 kali sehari, hatinya akan terbebas dari semua pikiran dan perhatian yang menimbulkan kesulitan, kekhawatiran dan penderitaan.[12]
Wujud Al-Quddus-Nya:
-  Mensucikan (bertasbih) Allah adalah bentuk ibadah yang paling
agung, didalam surat AI-baqoroh: 30
-  Allah adalah raja kesucian, didalam surat Jumu’ah:1, dan Al-Hasyr: 23
-  Burung-burung sembahyang, dan bertasbih dengan cara mengembangkan
sayapnya, didalam surat An-Nur: 41
-  Gunung-gunung dan burung-burung bertasbih bersama nabi Dawud a.s diwaktu
petang dan pagi, didalam surat Shad: 18
-  Dzat Allah berhak untuk disucikankarena kesempurnaan Dzat dan sifat-Nya,
Allah tidak berhak dinisbatkan dengan kepada sifat yang menunjukan kekurangan, misalnya dinisbatkan mempunyai anak dan sekutu, didalam surat Al-Ikhlas: 1-4


5.       As-Salam (Maha Penyelamat)
As-Salam artinya tuhan yang Dzat-Nya selamat dari segala cacat dan cela, selamat sifat-sifat-Nya dari segala kekurangan, serta selamat perbuatan-Nya dari segala kejelekan dan keburukan.[13]
Didalam surat Asy-Syuara’: 89
Didalam surat Al-an’am: 125
Didalam surat Yasin: 58
سَلامٌ قَوْلا مِنْ رَبٍّ رَحِيم
Artinya:
”(Kepada mereka dikatakan): "Salam", sebagai ucapan selamat dari Tuhan Yang Maha Penyayang.”
Dalam do’anya Nabi saw bersabda:
اللهم انت السلا م ومنك السلا م واليك يعودالسلا م تبا ركت وتعاليت ياذالجلال والإكرام
Artinya:
“Wahai Allah, engkaulah pemberi keselamatan, dari-Mu keselamatan, kepada-Mu kembali keselamatan, bertambahlah kebaikan-Mu dan Maha Luhur wahai Engkau Dzat Yang memiliki Keagungan dan Kemuliaan. 


Khasiat As-Salam:
Membacanya 33 kali dalam setiap mengawali pekerjaan, insya Allah akan mencapai sukses dan selamat. Dan jika dibacakan untuk orang sakit 100x maka insya Allah akan mendapat ketenangan dan kesembuhan.[14]
Wujud Al-Salam-Nya:
- Allah menyelamatkan dari sifat-sifat tercela; khianat, iri, dengki dendam, menghendaki kejelekan kepada orang lain, dan sifat lainnya.
- Allah menyelamatkan anggota badannya dari dosa dan perbuatan haram
- Allah menyelamatkan akalnya dari dari hal-hal yang merusaknya, serta
selamat jiwanya dari nafsu syahwat dan kemarahannya
- Allah memberikan keselamatan bagi hamba-Nya yang mau mengikiti petunjuk,
didalam surat Thaha: 47-48 dan Al-A’am: 125
-  Allah akan memberikan keselamatan bagi setiap hamba-Nya sesuai dengan
perbuatan masing-masing, didalam surat Al-Israa’: 15    
- Allah menyelamatkan nabi Ibrahim a.s dari panasnya api yang membakar
beliau, didalam surat Huud: 69
- Allah memberikan selamat dan balasan surga kepada orang yang bersabar,
didalam surat Al-  Furqon: 75

6.       Al-Mu’min (Maha Pengaman)
Al-Mu’min artinya Allah adalah Dzat yang kepada-Nya dinisbatkan segala keamanan dan kesentosaan dengan memberikan sebab-sebabnya dan menutupi jalan hal-hal yang ditakutkan. Allah adalah al-mu’min yang muthlaq, karena hanya kepada-Nyalah keamanan dapat diraih dan Dia adalah pencipta keamanan, baik didunia maupun di akhirat.[15]  
Didalam surat Hasyr: 23
هُوَ اللَّهُ الَّذِي لا إِلَهَ إِلاهُوَ الْمَلِكُ الْقُدُّوسُ السَّلامُ الْمُؤْمِنُ الْمُهَيْمِنُ الْعَزِيزُ الْجَبَّارُ الْمُتَكَبِّرُ سُبْحَانَ اللَّهِ عَمَّا يُشْرِكُونَ
Artinya:
 “Dia-lah Allah Yang tiada Tuhan (yang berhak disembah) selain Dia, Raja, Yang Maha Suci, Yang Maha Sejahtera, Yang Mengaruniakan keamanan, Yang Maha Memelihara, Yang Maha Perkasa, Yang Maha Kuasa, Yang Memiliki segala keagungan, Maha Suci, Allah dari apa yang mereka persekutukan.”
Didalam surat Quraisy: 4
Khasiat Al-Mu’min:
Membacanya 36 kali maka dia dan hartanya akan selamat, dan jika dibaca saat menghadapi kekerasan atau bahaya, maka insya Allah dia akan selamat.[16]

Wujud Al-Mu’min-Nya:
- Allah memberikan rasa aman bagi hamba-Nya yang tidak mencampurkan iman mereka dengan syirik, didalam surat Al-An’Am: 82
- Allah memberikan rasa aman ketika kita menghadapi masalah tetapi tetap bersikap “Yakin dan Optimis”
- Siapapun orang yang menjalani menjalani hidup sesuai dengan petunjuk Allah
dan Rasul-Nya maka ia akan dapatkan rasa aman di dunia dan akhirat, didalam surat Al-An’am: 82
- Allah memberikan rasa aman kepada para hamba-Nya yang mu’min dan sholeh
dengan cara mengutus malaikat untuk memberikan rasa aman dan menentramkan hati mereka, didalam surat Fushshilat: 30-31
- Allah memberikan rasa aman bagi hamba-Nya yang mengesahkan-Nya, didalam
surat A-Naml: 89 dan surat Al-Anbiya’:103



7.       Al-Muhaimin (Maha Pemelihara)
Al-Muhaimin artinya Allah adalah Dzat yang mengerjakan penciptaan makhluknya, amal perbuatan mereka, rizky dan kematian mereka. Allah mengurusi mereka dengan penglihatan, kekuasaan dan penjagaan-Nya. Dan tidak ada yang bisa melakukan semua itu secara sempurna dan muthlaq kecuali Allah.[17]
Didalam surat hasyr: 23

هُوَ اللَّهُ الَّذِي لا إِلَهَ إِلاهُوَ الْمَلِكُ الْقُدُّوسُ السَّلامُ الْمُؤْمِنُ الْمُهَيْمِنُ الْعَزِيزُ الْجَبَّارُ الْمُتَكَبِّرُ سُبْحَانَ اللَّهِ عَمَّا يُشْرِكُونَ
Artinya:
“Dia-lah Allah Yang tiada Tuhan (yang berhak disembah) selain Dia, Raja, Yang Maha Suci, Yang Maha Sejahtera, Yang Mengaruniakan keamanan, Yang Maha Memelihara, Yang Maha Perkasa, Yang Maha Kuasa, Yang Memiliki segala keagungan, Maha Suci, Allah dari apa yang mereka persekutukan.”

Khasiat Al-Muhaimin:
Membacanya 100 kali sesudah mandi dan menjalankan sholat dalam kesunyian dengan seluruh konsentrasi, maka Allah akan memberikan kemuliaan dan kehormatan selaras dengan keinginannya.[18]

Wujud Al-Muhaimin-Nya:
-  Allah menjaga siapa yang menta’ati-Nya dan Rasul-Nya dan tidak menjaga
bagi yang berpaling, An-Nisa’: 80
-  Allah memiliki dan menjaga apa yang di langit dan di bumi, didalam surat
An-Nisa’: 123
-  Allah menjga hamba-Nya yang bertawakkal, didalam surat Al-Ahzab: 3
-  Allah melihat dan mengetahui segalanya tentang makhluq-Nya, tanpa satu pun
yang tertutupi, seperti saat membaca Al-Qur’an, didalam surat Yunus: 61
-  Dalam sebuah hadist disebutkan: “Sesungguhnya Allah membentangkan tiga
buku untuk setiap gerak-gerik seorang hamba walaupun sekecil apa pun. Buku pertama tentang ‘Mengapa?’. Buku kedua tentang ‘Bagaimana?’. Dan buku ketiga tentang ‘untuk siap?’.” Makna hadist ini adalah, ketika seorang hamba melakukan suatu perbuatan, maka ia akan ditanya tentang tiga hal, yakni: mengapa kamu mengerjakan ini, apakah ia untuk Tuhanmu atau karena kecenderungan nafsu keinginanmu?  Jika ia selamat dari pertanyaan pertama ini dan ia melakukan itu karena Tuhannya, maka ia akan ditanya pertanyaan kedua. Bagaimana kamu mengerjakannya, apakah dengan ilmu atau dengan kebohongan dan prasangka? Jika ia selamat dari pertanyaan kedua dan ia melakukan itu dengan ilmu pengetahuan, maka dibentangkan buku yang ketiga. Untuk ssiapa kamu melakukan itu karena mengharap ridha Allah, maka Allah akan meridhainya. Dan jika ia melakukannya karena dunia, maka itulah yang akan diterimanya.   

8.       Al-‘Aziz (Maha Perkasa)
Al-Aziz artinya Dzat yang tidak bisa dikalahkan dan tidak bisa dicegah, tidak ada tandingannya yang maha kuasa dan kuat.[19] ,Didalam surat Al-Ahzab: 25,Didalam surat Al-Baqoroh: 260
Didalam surat Al-Maidah: 118
إِنْ تُعَذِّبْهُمْ فَإِنَّهُمْ عِبَادُكَ وَإِنْ تَغْفِرْ لَهُمْ فَإِنَّكَ أَنْتَ الْعَزِيزُ الْحَكِيمُ
Artinya:
“Jika Engkau menyiksa mereka, maka sesungguhnya mereka adalah hamba-hamba Engkau, dan jika Engkau mengampuni mereka, maka sesungguhnya Engkaulah Yang Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana.”
Khasiat Al-‘Aziz:
Membacanya 100 kali dengan penuh konsentrasi, insya Allah akan mendapatkan kekuatan dan bangkit menyelesaikan masalah, tidak lari dari masalah. Dan membacanya 40 kali selama 40 hari, maka Allah akan memberikan kekayaan dan memberikan kekuatan sehingga tidak memerlukan bantuan seseorang.[20]

Wujud Al-‘Aziz-Nya:
-          Kemenangan peperangan umat islam yang berjumlah 300 melawan orang kafir 3000, didalam surat Ali-Imran: 13
-          Allah perkasa atas kehendak menghancurkan jagat raya ini karena perbuatan manusia, didalam surat Ar-Ruum: 41
-          Allah adalah pemilik tunggal segala kemuliaan, Dia memberikan kemuliaan kepada siapa saja yang Dia kehendaki, didalam surat Al-Ahzab: 25
-          Rahasia agung kekuatan gaib yang lebih diketahui oleh Allah didalam surat As-Sajadah:6

9.    Al-Jabbar (Maha Kuasa)
Al-Jabbar artinya Allah adalah Dzat yang dapat melaksanakan keinginan dan kehendak-Nya dengan jalan memaksa kepada setiap orang, dan tidak ada sesuatu pun yang dapat mencegah keinginan-Nya. Semuanya ada dalam kekuasaan-Nya, dan tidak ada kemampuan manapun yang sanggup melanggar larangan-Nya.[21]
Didalam surat Hasyr: 23
Didalam surat Maryam: 14
وَبَرًّا بِوَالِدَيْهِ وَلَمْ يَكُنْ جَبَّارًا عَصِيًّا
Artinya:
“Dan banyak berbakti kepada kedua orang tuanya, dan bukanlah ia orang yang sombong lagi durhaka.”
Khasiat Al-Jabbar: Membacanya 21 kali setiap pagi dan sore hari, insya Allah akan terhindar dari ancaman orang-orang dhalim, membaca 10 kali untuk suami istri sebelum melakukan hubungan, maka Allah akan memberikan rizky anak yang sholeh.[22]
Wujud Al-Jabbar-Nya:
- Segala sesuatu yang Allah perintahkan dan kehendaki maka akan terjadi
seperti yang Dia kehendaki, didalam surat Yasin: 82
- Semua makhluq tunduk dan patuh pada-Nya, seluruh isi langit dan bumi,
didalam surat Ali-Imran: 83
- Allah maha kuasa memberikan menentukan peraturan, perintah dan larangan,
didalam surat A-A’raaf: 54
- Allah berkuasa atas hidup dan mati seserang, didalam surat Ali-Imran: 185

10.     Al-Mutakabbir (Maha Megah)
Al-Mutakabbir artinya Dzat yang memandang yang lainnya dengan pandangan hina dibandingkan diri-Nya, dan dia tidak keagungan, kebesaran dan kesombongan kecuali pada diri-Nya. Tiada yang berhak dan pantas menyombongkan diri kecuali hanya Allah sematakarena Dialah tuhan semesta alam yang kepada-Nya tunduk segala sesuatu.[23]
Didalam surat Hasyr: 23
Didalam surat Al-Jaatsiyah:-Jaatsiyah: 36-37
فَلِلَّهِ الْحَمْدُ رَبِّ السَّمَاوَاتِ وَرَبِّ الأرْضِ رَبِّ الْعَالَمِين
Artinya: “Maka bagi Allah-lah segala puji, Tuhan langit dan Tuhan bumi, Tuhan semesta alam.”
وَلَهُ الْكِبْرِيَاءُ فِي السَّمَاوَاتِ وَالأرْضِ وَهُوَ الْعَزِيزُ الْحَكِيم

Artinya: “Dan bagi-Nya lah keagungan di langit dan di bumi, Dialah Yang Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana.”

Rasulullah saw bersabda:
البركة مع اكابركم (رواه البيهقى والحاكم)
Artinya: “Keberkahan itu bersama orang-orang besar diantara kamu” (HR. Al-Baihaqi dan Al-Hakim)”
Khasiat Al-Mutakabbir: Bagi pasangan suami istri membacanya sebanyak 10 kali sebelum bersetubuh maka akan mendapatkan anak yang sholeh pemimpin masa depan.[24]
Wujud Al-Mutakabbir-Nya:
-          Rasa semangat yang kita miliki, kemauan dan kerja kerasa kita
-          Kesejahteraan yang melimpah
-          Ilmu
-          Jabatan
-          kedudukan

10.    AL MUTAKABBIR (MAHA PEMILIK SEGALA KEAGUNGAN)
Orang tua yang gemar membaca Yaa Mutakabbir berulang kali, dengan seizin Allah akan diberikan kepadanya anak-anak yang saleh. Wallaahu’alam.

11.     AL KHAALIQ  (MAHA PENCIPTA)
Barangsiapa membaca Yaa Khaaliq berulang-ulang di malam hari, Insya Allah, Allah akan menciptakan satu malaikat yang bertugas melakukan amal kebaikan untuk orang tersebut. Di hari hisab, pahala amal kebaikan sang malaikat akan diberikan kepada orang itu. Wallaahu’alam.

12.      AL BAARI’  (MAHA MENGADAKAN)
Perbanyaklah membaca Yaa Baari’ untuk menambah amal kebaikan kita. Wallaahu’alam.

13.     AL MUSHAWWIR   (MAHA PEMBENTUK)
Bila seorang ibu ingin dikarunia anak, hendaknya ia berpuasa selama tujuh hari. Lalu, setiap hari ketika hendak berbuka puasa, ia membaca Yaa Khaaliq, Yaa Baari’, dan Yaa Mushawwir sebanyak 21 kali. Setelah itu meniupkannya ke dalam segelas air. Kemudian ia berbuka puasa dengan air tersebut. Maka atas izin Allah, Allah SWT akan menganugerahinya anak. Wallaahu’alam.

14.     Al-Ghaffaar (Yang Maha Pengampun)
 Al Ghaffar
Ampunan Allah diberikan kepada siapa pun yang bersalah, selama orang tersebut mau bertobat, memohon ampun atas dosa-dosanya. allah swt berfirman sebagai berikut

Artinya: Dan sungguh, Aku Maha Pengampun bagi yang bertobat, beriman, dan berbuat kebajikan, kemudian tetap dalam petunjuk. (Q.S. Taha/20:82).
Orang yang mengamalkan bacaan Yaa Ghaffaar berulang-ulang, dengan seizin Allah, dosa dan kesalahannya akan dihapuskan. Wallaahu’alam.

15.     AL QOHHAAR   (MAHA PENAKLUK)
Seseorang yang membaca Yaa Qohhaar berulang-ulang, dengan seizin Allah, ia akan mendapatkan beberapa kelebihan. Jiwanya mampu menaklukkan hawa nafsu, hatinya tidak cenderung pada dunia, dan batinnya akan merasa tenang. Bacaan ini juga bisa menjaga seseorang dari kezaliman orang lain. Wallaahu’alam.

16.      AL WAHHAAB  (MAHA PEMBERI)
Orang yang membaca Yaa Wahhaab tujuh kali setelah berdoa. Insya Allah, doanya akan terkabul. Bila mempunyai kebutuhan atau kekurangan materi, bila membaca asma ini 100 kali setelah shalat malam dalam keadaan suci selama tiga hari atau tujuh malam, maka Allah SWT akan mencukupi seluruh kebutuhannya. Wallaahu’alam.

17.       AR RAZZAAQ   (MAHA PEMBERI REZEKI)
Orang yang sering mengamalkan bacaan Yaa Rozzaaq, dengan seizin Allah SWT pintu rezekinya akan dilapangkan oleh Allah. Wallaahu’alam.


18.      Al-Fattaah (Yang Maha Memberi Keputusan

 Al Fattah
    Pada hari akhir kelak, Allah swt akan memutuskan perkara hamba Nya, kemudian memasukkan hamba ke janah atau nar. Firman Allah swt sebagai berikut.

قُلْ يَجْمَعُ بَيْنَنَا رَبُّنَا ثُمَّ يَفْتَحُ بَيْنَنَا بِالْحَقِّ وَهُوَ الْفَتَّاحُ الْعَلِيمُ

Katakanlah: "Tuhan kita akan mengumpulkan kita semua, kemudian Dia memberi keputusan antara kita dengan benar. Dan Dialah Maha Pemberi keputusan lagi Maha Mengetahui". (QS. Saba/34:26)


19    al-‘Aliim   (Yang Maha Mengetahui)
Barangsiapa sering membaca Yaa ‘Aliim, hatinya akan cemerlang dan mampu menyingkapkan cahaya Ilahi. Bacaan ini memiliki manfaat yang besar guna mendapatkan ilmu dan menampakkan hal-hal yang tersembunyi. Melafalkan bacaan ini sepuluh kali setiap selesai shalat, Insya Allah, akan membuka hal-hal yang ghaib. Wallaahu’alam                                  .


20. AL QAABIDH (MAHA MENYEMPITKAN)
Barangsiapa menuliskan Yaa Qaabidh di atas lima puluh makanan (buah, roti, dan sebagainya) selama empat puluh hari. Dengan seizin Allah, ia tidak akan kelaparan. Bahkan ia akan mendapatkan limpahan rezeki. Wallaahu’alam.

21. AL BAASITH (MAHA MELAPANGKAN)
Barangsiapa membaca Yaa Baasith sepuluh kali di waktu fajar, setelah shalat subuh, dengan tangan terbuka (telapak tangan menghadap ke atas) lalu mengusap wajahnya dengan tangan. Maka, dengan seizin Allah, ia tidak akan bergantung kepada orang lain serta akan memperoleh kekayaan. Wallaahu’alam.

22. AL KHAAFIDH (MAHA MERENDAHKAN)
Barangsiapa ingin terbebas dari kejahatan musuh, berpuasalah selama tiga hari. Kemudian pada hari keempatnya membaca Yaa Khaafidh sebanyak 70 ribu kali. Orang yang mengamalkan asma ini sebanyak tujuh puluh kali, Allah SWT akan menjaganya dari kejahatan orang-orang yang zalim. Wallaahu’alam.

23. AR RAAFI’ (MAHA MENINGGIKAN)
Barangsiapa mengamalkan bacaan Yaa Raafi’ seratus kali setiap hari, siang atau malam, maka Allah akan memuliakan orang tersebut serta memberinya kekayaan dan kebaikan. Wallaahu’alam.

24. AL MU’IZZ (MAHA MEMULIAKAN)
Jika Yaa Mu’izz dibaca 140 kali setelah shalat Isya, yaitu pada malam senin dan jum’at, maka Allah akan membuat hamba yang membacanya menjadi mulia dan terhormat di mata orang lain. Orang tersebut tidak akan memiliki rasa takut kepada siapapun, selain kepada Allah SWT. Wallaahu’alam.

25. AL MUDZILL (MAHA MENGHINAKAN)
Barangsiapa mengamalkan Yaa Mudzill sebanyak 75 kali, Insya Allah, dirinya akan terbebas dari gangguan orang-orang yang iri padanya, serta dari orang yang berniat untuk mencelakainya. Ia akan selalu dilindungi oleh Allah SWT. Wallaahu’alam.

26. AS SAMII’ (MAHA MENDENGAR)
Barangsiapa membaca Yaa Samii’ pada hari kamis, yaitu setelah shalat Zuhur sebanayak 100 kali, tanpa berbicara dengan siapapun, dengan seizin Allah, keinginannya akan dikabulkan Allah. Wallaahu’alam.

27. AL BASHIIR (MAHA MELIHAT)
Barangsiapa mengamalkan Yaa Bashiir sebanyak 100 kali, yaitu antara shalat jum’at dan shalat sunah setelahnya, maka Allah akan meninggikan kedudukannya di mata orang lain. Wallaahu’alam.

28. AL HAKAM (MAHA MENETAPKAN HUKUM)
Barangsiapa membaca Yaa Hakam berulang kali pada malam hari, maka dengan izin-Nya, rahasia (hal-hal yang tersembunyi) akan dinampakkan padanya. Wallaahu’alam.

29. AL ‘ADL (MAHA ADIL)
Bila seseorang menuliskan bacaan Yaa’Adl di atas sekerat roti pada malam jum’at lalu memakan roti itu, maka dengan izin Allah, orang lain akan menuruti ucapannya. Wallaahu’alam.

30. AL LATHIIF (MAHA LEMBUT)
Bacaan Yaa Lathiif memiliki beberapa faedah. Yaitu bisa mendekatkan kita pada hasil, menghilangkan semua rasa sakit, penyakit, dan semua kesulitan. Di saat ada bencana, kesusahan, dan kesedihan, melafalkannya dapat mendatangkan keselamatan, kebahagiaan, keamanan, dan keyakinan. Wallaahu’alam.

31. AL KHABIIR (MAHA MENGETAHUI)
Seseorang yang memiliki kebiasaan buruk lalu ia membaca Yaa Khobiir berkali-kali, maka dengan seizin Allah, kebiasaan buruknya itu akan segera menghilang dari dirinya. Wallaahu’alam.

32. AL HALIIM (MAHA SABAR)
Dianjurkan untuk rutin membaca Yaa Haliim 100 kali dalam sehari untuk meredakan kemarahan dan mengetahui hal-hal yang ghaib, untuk memadamkan api kemarahan dan kebodohan, serta untuk mendapatkan ketenangan hati dan terjaga dari berbagai bencana. Wallaahu’alam.

33. AL ‘AZHIIM (MAHA AGUNG)
Orang yang sering mengamalkan bacaan Yaa ‘Azhiim, dengan seizin Allah, akan dihormati oleh orang lain. Wallaahu’alam.

34. AL GHAFUUR (MAHA PENGAMPUN)
Orang yang terserang sakit kepala dan demam lalu ia membaca Yaa Ghofuur, maka dengan siizin Allah, ia akan sembuh dari penyakit yang dideritanya itu. Banyak mengulang-ulang asma ini juga dapat menghilangkan penyakit was-was. Wallaahu’alam.

35. ASY SYAKUUR (MAHA MENGHARGAI)
Barangsiapa yang bersedih lalu ia membaca Yaa Syaakuur sebanyak 41 kali kemudian meniupkannya ke dalam segelas air dan membasuh wajahnya dengan air tersebut. Maka dengan siizin Allah, hatinya akan menjadi tentram dan tenang. Dan ia akan dapat mencukupi kebutuhannya. Wallaahu’alam.

36. AL ‘ALIYY (MAHA TINGGI)
Barangsiapa kadar imannya sedang turun lalu ia membaca Yaa ‘Aliyy berkali-kali, maka dengan siizin Allah, imannya akan kembali meningkat serta peruntungannya terbuka. Dan bagi seseorang yang tengah dalam perjalanan pulang, dengan seizin Allah, ia akan sampai ke kampung halamannya dengan selamat. Wallaahu’alam.

37. AL KABIIR (MAHA BESAR)
Barangsiapa ingin mendapatkan penghormatan maka bacalah Yaa Kabiir seratus kali setiap hari. Wallaahu’alam.

38. AL HAAFIIZH (MAHA MEMELIHARA)
Orang yang membaca Yaa Haafiizh enam belas kali setiap hari, dengan siizin Allah, ia akan terlindung dari berbagai musibah. Jika dibaca 998 kali, ia akan terlindung dari segala macam ketakutan meski ia pergi ke tempat berbahaya. Ia juga terjaga dari bahaya tenggelam. Ucapannya akan selalu terjaga dan doanya akan cepat terjawab. Wallaahu’alam.

39. AL MUQIITU (MAHA MENJAGA)
Apabila seseorang mempunyai anak dengan perangai buruk, hendaknya ia membaca Yaa Muqiit berulang-ulang lalu ditiupkan ke dalam segelas air dan meminumkannya kepada anak tersebut. Maka dengan seizin allah, anak tersebut akan berperangai baik. Wallaahu’alam.

40. AL HASIIB (MAHA MENGHITUNG)
Jika seseorang takut dirampok, didengki, diganggu, atau dizalimi oleh orang lain, hendaknya mulai hari kamis ia membaca Yaa Hasiib sebanyak 70 kali siang dan malam selama tujuh hari. Dan pada hitungan ke-71 ia mengucapkan Hasbiyallaahul-Hasiib. Insya Allah, rasa takut yang ada di dalam dirinya itu akan lenyap. Wallaahu’alam.

41. AL JALIIL (MAHA LUHUR)
Perbanyaklah membaca Yaa Jaliil untuk menambah amalan pahala kebaikan. Wallaahu’alam.

42. AL KARIIM (MAHA PEMURAH)
Orang yang mengamalkan bacaan Yaa Kariim, dengan seizin Allah, ia akan mendapatkan kemuliaan baik di dunia maupun di akhirat kelak. Wallaahu’alam.

43. AR RAQIIB (MAHA MENGAWASI)
Barangsiapa membaca Yaa Raqiib sebanyak tujuh kali untuk dirinya sendiri, keluarga, dan kekayaannya, dengan seizin Allah, semuanya itu akan berada di bawah perlindungan Allah. Jika bacaan ini senantiasa diamalkan maka kelalaian akan sirna dari hati. Wallaahu’alam.

44. AL MUJIIB (MAHA MENGABULKAN)
Permohonan seorang hamba yang disertai dengan penyebutan Yaa Mujiib, Insya Allah, akan dikabulkan oleh Allah. Wallaahu’alam.

45. AL WAASI’ = MAHA LUAS
Barangsiapa sulit mendapatkan nafkah lalu membaca Yaa Waasi’, dengan seizin Allah, ia akan mendapatkan sumber nafkah yang layak. Wallaahu’alam.

46. AL HAKIIM (MAHA BIJAKSANA)
Seseorang yang rajin membaca Yaa Hakiim dari waktu ke waktu, dengan seizin Allah, ia tidak akan mendapatkan kesulitan dalam pekerjaannya. Wallaahu’alam.

47. AL WADUUD (MAHA MENGASIHI)
Bila terjadi persengketaan di antara dua orang, kemudian salah satunya membaca Yaa Waduud seribu kali pada makanan atau minuman lalu meminta orang yang bersengketa dengannya mengkonsumsi makanan atau minuman tersebut, dengan seizin Allah, persengketaan mereka berdua akan selesai. Wallaahu’alam.

48. AL MAJIID (MAHA MULIA)
Orang yang sering membaca Yaa Majiid, dengan seizin allah, ia akan dianugerahi kemuliaan oleh Allah SWT. Wallaahu’alam.

49. AL BAA’ITS (MAHA MEMBANGKITKAN)
Membaca Yaa Baa’its berulang-ulang akan mendatangkan rasa takut kita kepada Allah SWT. Seseorang yang sebelum tidur mengusapkan tangannya ke dada dan melafalkan bacaan ini seratus kali, Allah SWT akan menghidupkan hatinya dengan cahaya makrifat-Nya. Wallaahu’alam.

50 .Asy-Syahid, (Yang maha Menyaksikan)
     Nama Allah l yang agung, menunjukkan keluasan pengetahuan-Nya terhadap segala aktivitas hamba-Nya. Dia menyaksikan segala gerak-gerik mereka dari atas sana.
Allah l menyebut nama ini dalam beberapa ayat al-Qur’an, seperti dalam firman-Nya saat memerintahkan Nabi-Nya untuk mengatakan kepada orang-orang kafir,
Katakanlah, “Siapakah yang lebih kuat persaksiannya?” Katakanlah, “Allah.” Dia menjadi saksi antara aku dan kamu.” (al-An’am: 19)
Nama ini tersebut pula dalam hadits, saat Nabi n mengisahkan seseorang dari Bani Israil yang begitu kuat keimanannya terhadap Allah Yang Maha Menyaksikan segala sesuatu.
Dari Abu Hurairah z dari Rasulullah n,

أَنَّهُ ذَكَرَ رَجُلاً مِنْ بَنِى إِسْرَائِيلَ سَأَلَ بَعْضَ بَنِى إِسْرَائِيلَ أَنْ يُسْلِفَهُ أَلْفَ دِينَارٍ، فَقَالَ: ائْتِنِى بِالشُّهَدَاءِ أُشْهِدُهُمْ. فَقَالَ: كَفَى بِاللهِ شَهِيدًا.قَالَ: فَأْتِنِى بِالْكَفِيلِ. قَالَ: كَفَى بِاللهِ كَفِيلاً. قَالَ: صَدَقْتَ. فَدَفَعَهَا إِلَيْهِ إِلَى أَجَلٍ مُسَمًّى

     Beliau menyebutkan seorang lelaki dari Bani Israil. Dia meminta kepada salah seorang dari mereka untuk meminjaminya uang sebesar seribu dinar, maka dia pun mengatakan, “Datangkan kepadaku para saksi agar aku persaksikan kepada mereka.” Ia menjawab, “Cukuplah Allah menjadi saksi.” Lalu ia mengatakan lagi, “Datangkan kepadaku seseorang yang bisa menjamin.” Ia menjawab, “Cukuplah Allah sebagai penjamin.” Ia mengatakan, “Kamu benar.” Lalu ia berikan uang tersebut kepadanya sampai batas waktu yang ditentukan. (Sahih, HR. al-Bukhari)
Ibnul Atsir t menjelaskan dalam kitabnya Jami’ul Ushul, “Asy-Syahid adalah Dzat yang tidak tersembunyi baginya sesuatu pun. Disebut Syaahid (
شَاهِدٌ) dan disebut Syahiid (شَهِيْدٌ), seperti bentuk kata Aalim (عَالِمٌ) dan Aliim (عَلِيمٌ), yakni (seolah-olah) hadir menyaksikan segala sesuatu dan melihatnya.”
     As-Sa’di t dalam kitab tafsirnya mengatakan, “Asy-Syahid berarti yang mengetahui segala sesuatu, mendengar setiap suara, baik yang tersembunyi maupun yang jelas, melihat segala yang ada, baik yang kecil maupun yang besar. Ilmu-Nya meliputi segala sesuatu, yang menjadi saksi bagi hamba-Nya dan terhadap hamba-Nya atas segala yang mereka lakukan.”
     Beliau juga menjelaskan dalam kesempatan yang lain, ar-Raqiib dan asy-Syahid termasuk dari al-‘Asma’ul Husna. Keduanya adalah dua nama yang sama, menunjukkan liputan pendengaran Allah l terhadap segala sesuatu yang dapat didengar, penglihatannya terhadap segala sesuatu yang dapat dilihat, serta pengetahuan-Nya terhadap segala yang dapat diketahui, baik yang tampak maupun yang tersembunyi. Dia yang mengawasi dan mengetahui segala yang tersimpan dalam dada, yang mengawasi semua yang dilakukan oleh setiap jiwa, yang menjaga setiap makhluk dan melangsungkan kehidupannya dengan aturan yang paling bagus dan sempurna.
Allah l berfirman,

“Sesungguhnya Allah menyaksikan segala sesuatu.” (al-Hajj: 17)
“Dan cukuplah Allah menjadi saksi.” (an-Nisa: 79)
Oleh karena itu, al-muraqabah (sikap selalu merasa diawasi Allah l) yang merupakan amalan kalbu tertinggi adalah salah satu wujud peribadatan kepada Allah l yang berlandaskan pada dua nama-Nya, yaitu ar-Raqib dan asy-Syahid.


     Maka dari itu, ketika seorang hamba mengetahui bahwa tingkah lakunya yang nyata dan yang batin diawasi oleh Allah l, serta senantiasa ingat hal ini pada setiap keadaan, pasti akan membuahkan pengawasan batin atas segala pikiran dan bisikan yang dimurkai-Nya, serta penjagaan lahiriah atas segala ucapan dan perbuatan yang dimurkai-Nya. Lantas, ia pun akan beribadah kepada Allah l sampai pada tingkat ihsan sehingga ia beribadah kepada Allah l seolah-olah ia melihat-Nya. Apabila ia tidak melihat-Nya, Allah l lah yang melihatnya.
Buah Mengimani Nama Allah asy-Syahid
Mengimani nama Allah asy-Syahid maka akan menumbuhkan sikap muraqabah dalam jiwa seseorang, selalu merasa diawasi Allah l. Seperti yang dinyatakan oleh asy-Syaikh as-Sa’di, apabila sikap ini senantiasa ada setiap saat, seseorang akan bisa menjaga dirinya secara lahir dan batin dari segala sesuatu yang dimurkai oleh Allah
Hal ini karena Allah l menyaksikan segala aktivitas hamba-Nya di mana pun; baik di tempat yang gelap maupun yang terang, di tempat ramai maupun sepi, saat sendirian, berduaan, maupun bersama yang lain di keramaian. Mengimani nama Allah asy-Syahid sangat membantu seseorang untuk menjauhi kemaksiatan pacaran dan perzinaan.

51.Makna Al Haq (Maha Benar)
     Di antara Al-Asmaul Husna adalah Al-Haq (Yang Maha Benar). Nama yang mulia ini telah Allah l sebut dalam Al-Quran. Allah l berfirman:
Yang demikian itu, karena sesungguhnya Allah, Dialah yang haq dan sesungguhnya Dialah yang menghidupkan segala yang mati dan sesungguhnya Allah Maha Kuasa atas segala sesuatu. (Al-Hajj: 6)
Maka Maha Tinggi Allah, Raja Yang Sebenarnya; tidak ada Ilah (yang berhak disembah) selain Dia, Rabb (Yang mempunyai) Arsy yang mulia. (Al-Mu’minun: 116)
Dari Ibnu Abbas c, dia berkata:

كَانَ النَّبِيُّ n إِذَا قَامَ مِنَ اللَّيْلِ يَتَهَجَّدُ قَالَ: اللَّهُمَّ لَكَ الْحَمْدُ أَنْتَ قَيِّمُ السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضِ وَمَنْ فِيهِنَّ، وَلَكَ الْحَمْدُ لَكَ مُلْكُ السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضِ وَمَنْ فِيهِنَّ، وَلَكَ الْحَمْدُ أَنْتَ نُورُ السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضِ وَمَنْ فِيهِنَّ، وَلَكَ الْحَمْدُ أَنْتَ مَلِكُ السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضِ، وَلَكَ الْحَمْدُ أَنْتَ الْحَقُّ وَوَعْدُكَ الْحَقُّ وَلِقَاؤُكَ حَقٌّ وَقَوْلُكَ حَقٌّ وَالْجَنَّةُ حَقٌّ وَالنَّارُ حَقٌّ وَالنَّبِيُّونَ حَقٌّ وَمُحَمَّدٌ n حَقٌّ وَالسَّاعَةُ حَقٌّ، اللَّهُمَّ لَكَ أَسْلَمْتُ وَبِكَ آمَنْتُ وَعَلَيْكَ تَوَكَّلْتُ وَإِلَيْكَ أَنَبْتُ وَبِكَ خَاصَمْتُ وَإِلَيْكَ حَاكَمْتُ، فَاغْفِرْ لِي مَا قَدَّمْتُ وَمَا أَخَّرْتُ وَمَا أَسْرَرْتُ وَمَا أَعْلَنْتُ، أَنْتَ الْمُقَدِّمُ وَأَنْتَ الْمُؤَخِّرُ، لَا إِلَهَ إِلاَّ أَنْتَ –أَوْ: لَا إِلَهَ غَيْرُكَ

“Adalah Nabi n bila melakukan shalat malam bertahajjud beliau berdoa: Ya Allah, milik-Mulah segala pujian. Engkaulah Penegak langit dan bumi serta siapa saja yang ada padanya. Milik-Mulah segala pujian, milik-Mulah kerajaan langit-langit dan bumi dan siapa saja yang ada padanya. Milik-Mulah segala pujian, Engkaulah Cahaya langit-langit dan bumi dan siapa saja yang ada padanya. Milik-Mulah segala pujian, Engkaulah Raja langit-langit dan bumi. Milik-Mulah segala pujian, Engkaulah Yang Maha Benar, janji-Mu benar, perjumpaan dengan-Mu benar ucapan-Mu benar, surga benar, neraka benar, para nabi benar, Muhammad n benar, hari kiamat benar. Ya Allah, kepada-Mulah aku berserah diri, dan kepada-Mulah aku beriman, kepada-Mulah aku bertawakkal, kepada-Mulah aku kembali, dengan pertolongan-Mulah ketika aku berdialog, kepada-Mulah aku berhukum. Maka ampunilah apa yang telah aku perbuat, dan apa yang aku lakukan di belakang hari, apa yang aku sembunyikan atau yang terang-terangan. Engkaulah yang memajukan atau yang mengundurkan. Tiada Ilah yang benar melainkan engkau. (HR. Al-Bukhari, Abwabut Tahajjud Bab At-Tahajjud billaili)
     Nama Allah l yang agung ini memiliki makna yang luas. Di antaranya bahwa keberadaan Allah l sungguh-sungguh benar.
Qiwamussunnah Al-Ashfahani t mengatakan: Di antara nama Allah l adalah Al-Haq (Yang Maha Benar), yakni Dialah yang keberadaan-Nya sungguh benar (Al-Hujjah, 1/135)
     Ibnul Qayyim t berkata: Karena sesungguhnya Allah l, Dialah Yang Maha Benar, ucapan-Nya benar, dan agama-Nya benar. Kebenaran merupakan sifat-Nya. Kebenaran adalah sifat-Nya dan milik-Nya. (Madarijus Salikin, 2/333)
Asy-Syaikh As-Sadi t mengatakan: Al-Haq, Yang Maha Benar, pada Dzat dan sifat-Nya. Maka ada-Nya adalah suatu kepastian. Maha sempurna seluruh sifat-Nya. Dzat-Nya mengharuskan keberadaan-Nya, dan tiada keberadaan sesuatu dari suatu apapun kecuali dengan kehendak-Nya. Dialah yang masih tetap dan terus memiliki sifat keagungan, keindahan, dan kesempurnaan. Ucapan-Nya benar, perbuatan-Nya benar, perjumpaan dengan-Nya juga benar, para rasul-Nya benar, kitab-kitab-Nya benar, agama-Nyalah yang benar, ibadah kepada-Nya satu-satu-Nya adalah benar, dan segala sesuatu yang disandarkan kepada-Nya adalah benar.
(Kuasa Allah) yang demikian itu, adalah karena sesungguhnya Allah, Dialah (Ilah) Yang Haq dan sesungguhnya apa saja yang mereka seru selain Allah, itulah yang batil, dan sesungguhnya Allah, Dialah Yang Maha Tinggi lagi Maha Besar. (Al-Hajj: 62)
Dan katakanlah: Kebenaran itu datangnya dari Rabbmu; maka barangsiapa yang ingin (beriman) hendaklah ia beriman, dan barangsiapa yang ingin (kafir) biarlah ia kafir. Sesungguhnya Kami telah sediakan bagi orang-orang zalim itu neraka, yang gejolaknya mengepung mereka. Dan jika mereka meminta minum, niscaya mereka akan diberi minum dengan air seperti besi yang mendidih yang menghanguskan muka. Itulah minuman yang paling buruk dan tempat istirahat yang paling jelek. (Al-Kahfi: 29)
Maka (Dzat yang demikian) itulah Allah Rabb kamu yang sebenarnya; maka tidak ada sesudah kebenaran itu, melainkan kesesatan. Maka bagaimanakah kamu dipalingkan (dari kebenaran)? (Yunus: 32)
Dan katakanlah: Yang benar telah datang dan yang batil telah lenyap. Sesungguhnya yang batil itu adalah sesuatu yang pasti lenyap. (Al-Isra: 81) [Taisir Al-Karimirrahman, dinukil dari Shifatullah k]

52. Al Wakil (Yang Maha Memelihara)

mempunyai arti bahwa Allah, adalah zat yang mengurus segala urusan hamba-Nya dan memudahkan segala yang dibutuhkan oleh mereka. Allah adalah Dzat yang segala perkara diwakilkan kepada-Nya.
Dan wakil itu terbagi atas:
  1. Yang memenuhi apa yang diwakilkan kepadanya dengan sempurna, tanpa pamrih;
  1. Yang memenuhi tetapi tidak semua. Wakil yang mutlak ialah yang diwakilkan segala urusan kepadanya, dan dia cocok untuk melaksana kan dan menyempurnakannya-wakil seperti itu tidak lain hanyalah Allah SWT.
Dari keterangan ini, dapatlah dipahami bahwa bagian hamba dari ism ini adalah: kepada-Nyalah ia harus menyerahkan segala urusannya, sebab Dialah sebaik-baik yang diserahi uru.
     Melalui sifat ini, Allah swt. memerintahkan agar manusia memiliki sifat dan perilaku yang baik dalam kehidupan sehari-hari. Salah satu di antaranya adalah memegang amanah dengan sebaik-baiknya.

53.  Al Qawiyy ( Maha kuat)

Dalil Naqli ( al Anfal (8) : 52)
     Dan jika kamu khawatir akan (terjadinya) pengkhianatan dari suatu golongan, Maka kembalikanlah perjanjian itu kepada mereka dengan cara yang jujur. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang berkhianat.
Contoh pengamalan :
     Menahan diri dari sifat serakah
Al-Qawiyy merupakan salah satu nama Allah yang indah dan agung. Al-Qawiyy berarti Mahakuat. Kekuatan Allah Swt. tidak terbatas.  Kekuatan dan kekuasaan-Nya meliputi segala sesuatu. Tidak ada satu pun makhluk yang mampu menandingi kekuatan-Nya. Keteraturan alam semesta dan seluruh isinya merupakan salah satu bukti Mahakuat-Nya. Dia Mahakuat dan Mahakuasa sehingga mampu menciptakan dan mengatur seluruh makhluk-Nya tanpa bantuan siapa pun. Hanya Allah Swt. yang memiliki nama al-Qawiyy. Simak firman-Nya berikut ini.
Artinya:  . . . Sungguh, Allah Mahakuat lagi sangat keras siksaan-Nya. (Q.S. al-Anfa-l [8]: 52)
 
54. Al Matiin ( المتين ) Yang Maha Kokoh
Barangsiapa yang sedang tertimpa suatu kesulitan lalu melafalkan Yaa Matiin berulang-ulang, dengan seizin Allah, kesulitannya akan sirna. Wallaahu’alam        .

55. AL WALIYY (MAHA PELINDUNG)
Barangsiapa sering mengamalkan Yaa Waliyy, dengan seizin Allah, ia akan menjadi kekasih atau wali Allah. Wallaahu’alam.

56.Al-Hamiid (Yang Maha Terpuji)
Nama Allah Ta’ala yang maha indah ini disebutkan dalam banyak ayat al-Qur-an, di antaranya dalam ayat-ayat berikut ini:
{يَا أَيُّهَا النَّاسُ أَنْتُمُ الْفُقَرَاءُ إِلَى اللَّهِ وَاللَّهُ هُوَ الْغَنِيُّ الْحَمِيدُ}

Hai manusia, kamulah yang butuh (tergantung) kepada Allah dan Allah Dia-lah Yang Maha Kaya (tidak memerlukan sesuatu) lagi Maha Terpuji” (QS Faathir: 15).
{وَهُدُوا إِلَى الطَّيِّبِ مِنَ الْقَوْلِ وَهُدُوا إِلَى صِرَاطِ الْحَمِيدِ}
Dan mereka diberi petunjuk kepada ucapan-ucapan yang baik dan ditunjuki (pula) kepada jalan (Allah) Yang Maha Terpuji” (QS al-Hajj: 24).
{وَلَقَدْ آتَيْنَا لُقْمَانَ الْحِكْمَةَ أَنِ اشْكُرْ لِلَّهِ وَمَنْ يَشْكُرْ فَإِنَّمَا يَشْكُرُ لِنَفْسِهِ وَمَنْ كَفَرَ فَإِنَّ اللَّهَ غَنِيٌّ حَمِيدٌ}

Dan barangsiapa yang bersyukur (kepada Allah), maka sesungguhnya ia bersyukur untuk dirinya sendiri; dan barangsiapa yang tidak bersyukur, maka sesungguhnya Allah Maha Kaya lagi Maha Terpuji” (QS Luqmaan: 12).
{إِنَّهُ حَمِيدٌ مَجِيدٌ}
Sesungguhnya Allah Maha Terpuji lagi Maha Mulia” (QS Huud: 73).
 
Makna Nama Allah Ta’ala Al-Hamiid Dan Penjabarannya
Secara bahasa, asal kata nama ini menunjukkan arti yang satu, yaitu lawan dari celaan. Orang Arab berkata: orang yang terpuji, jika orang itu memiliki banyak sifat yang terpuji dan tidak tercela1.
Makna al-hamdu (memuji) hampir sama dengan makna asy-syukru (bersyukur/berterimakasih), akan tetapi al-hamdu lebih luas, karena kita bisa memuji seseorang karena sifat-sifat baik yang ada pada dirinya dan pemberiannya, tetapi kita tidak menempatkan asy-syukru pada sifat-sifatnya2.
Imam Ibnul Atsir berkata: “al-Hamiid berarti (Dia-lah Ta’ala) yang maha terpuji dalam semua keadaan3.
     Imam Ibnu Katsir berkata: “al-Hamiid artinya Dialah yang maha terpuji dalam firman-Nya, perbuatan-Nya, ketentuan syariat-Nya dan ketetapan takdir-Nya”4.
Imam asy-Syaukani menambahkan: “Dialah yang berhak untuk mendapatkan pujian dari (semua) makhluk-Nya, karena besarnya limpahan nikmat-Nya kepada mereka yang tidak terkira kadarnya dan tidak terhitung jumlahnya. Meskipun tidak ada satu makhlukpun yang memuji-Nya, maka sungguh semua yang ada selalu mengucapkan pujian kepada-Nya secara tersirat”5.
     Lebih terperinci, Syaikh ‘Abdur Rahman as-Sa’di memaparkan: “Dialah yang maha terpuji dalam ketentuan yang disyariatkan-Nya bagi hamba-hamba-Nya, berupa hukum-hukum agama yang akan membawa mereka ke negeri keselamatan (Surga). Dia yang maha terpuji dalam semua perbuatan-Nya yang tidak pernah lepas dari karunia, keadilan dan hikmah. Dan Dialah yang maha terpuji (dalam) sifat-sifat-Nya, karena semua sifat-sifat-Nya maha indah dan sempurna, yang hakikatnya tidak dapat dijangkau oleh (pengetahuan) manusia”6.
Maka kesimpulannya, al-Hamiid Dialah yang memiliki segala pujian, Dialah yang maha terpuji pada Zat-Nya, nama-nama dan sifat-sifat-Nya. Dia memiliki nama-nama yang paling indah dan sifat-sifat yang paling sempurna. Maka al-hamdu (pujian) adalah sifat yang paling luas, pujian yang paling menyeluruh dan sanjungan yang paling agung. Karena semua nama-Nya Ta’ala adalah pujian, semua sifat-Nya adalah pujian, semua perbuatan-Nya adalah pujian dan semua (ketentuan) hukum-Nya adalah pujian. Keadilan-Nya adalah pujian, siksaan-Nya terhadap musuh-musuh-Nya adalah pujian, serta karunia dan kebaikan-Nya kepada wali-wali-Nya adalah pujian. Penciptaan (terhadap semua makhluk) dan perintah (ketentuan syariat-Nya) hanyalah tegak dengan pujian bagi-Nya, terwujud dengan pujian bagi-Nya dan tampak dengan pujian bagi-Nya. Tujuan dari penciptaan dan perintah-Nya adalah pujian bagi-Nya. Pujian bagi-Nya Ta’ala adalah sebab, tujuan dan yang menampakkan (adanya) semua itu. Maka pujian bagi-Nya adalah ruh (dari) segala sesuatu dan tegaknya segala sesuatu dengan pujian bagi-Nya. Berlangsungnya pujian bagi-Nya di alam semesta dan tampaknya bekas-bekasnya merupakan perkara yang (jelas) dipersaksikan dengan mata kepala dan mata hati manusia7.
Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah berkata: “Sesungguhnya Allah Ta’ala mengabarkan bahwa bagi-Nyalah segala pujian, Dialah yang maha terpuji lagi maha mulia, serta Dialah yang memiliki segala pujian di dunia dan akhirat, serta bagi-Nyalah (segala) hukum, dan macam-macam pujian lainnya”8.
Pembagian sifat al-hamdu (maha terpuji) milik Allah Ta’ala ditinjau dari sebabnya
Allah Ta’ala Dialah yang maha terpuji ditinjau dari dua segi:
  1. Segi yang pertama: Dia Ta’ala berhak mendapatkan pujian dan sanjungan dari semua makhluk-Nya, yang pertama sampai terakhir. Karena Dialah yang menciptakan mereka, melimpahkan rizki kepada mereka, memberikan berbagai macam nikmat lahir dan batin kepada mereka, baik dalam urusan dunia maupun akhirat. Maka Dia Ta’ala berhak untuk dipuji oleh semua makhluk-Nya di setiap waktu, disanjung dan disyukuri dalam semua keadaan.Allah Ta’ala berfirman:

{تُسَبِّحُ لَهُ السَّمَاوَاتُ السَّبْعُ وَالأرْضُ وَمَنْ فِيهِنَّ وَإِنْ مِنْ شَيْءٍ إِلا يُسَبِّحُ بِحَمْدِهِ وَلَكِنْ لا تَفْقَهُونَ تَسْبِيحَهُمْ إِنَّهُ كَانَ حَلِيمًا غَفُورًا}“
Langit yang tujuh, bumi dan semua yang ada di dalamnya bertasbih kepada Allah. Dan tak ada sesuatupun melainkan bertasbih dengan memuji-Nya, tetapi kamu sekalian tidak mengerti tasbih mereka. Sesungguhnya Dia adalah Maha Penyantun lagi Maha Pengampun” (QS al-Israa’: 44).

  1. Segi yang kedua: Dia berhak mendapatkan pujian dan sanjungan karena Dia Ta’ala mempunyai nama-nama yang maha indah dan sifat-sifat yang maha tinggi dan sempurna. Maka Dia Ta’ala memiliki semua sifat kesempurnaan, bahkan Dia Ta’ala memiliki sifat yang paling agung dan sempurna. Jika masing-masing dari sifat-sifat kesempurnaan tersebut berhak mendapatkan pujian dan sanjungan yang sempurna dari makhluk-Nya, maka bagaimana dengan semua sifat-Nya yang maha tinggi ?!9.

Dalam hal ini, Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah berkata: “Al-Hamdu (pujian bagi Allah Ta’ala) ada dua macam:
  • Pujian bagi-Nya karena kebaikan-Nya kepada hamba-hamba-Nya, ini termasuk bersyukur (kepada-Nya).
  • Pujian yang pantas bagi diri-Nya karena sifat-sifat-Nya yang maha sempurna. Pujian ini tidak pantas diberikan kecuali kepada Zat yang memiliki sifat-sifat maha sempurna”10.

1). Pujian bagi Allah Ta’ala karena kebaikan-Nya kepada hamba-hambaNya
Karena limpahan nikmat dari Allah Ta’ala kepada hamba-Nya mengharuskan pujian (sebagai ungkapan rasa syukur) dari hamba tersebut kepada Zat yang melimpahkan nikmat (Allah Ta’ala), dan semua nikmat (yang dirasakan manusia) adalah dari Allah Ta’ala.
Pujian jenis ini dipersaksikan oleh semua manusia, yang taat maupun bermaksiat, dan yang beriman maupun yang kafir. Karena semua mendapatkan limpahan rizki dan rahmat dari Allah untuk kelangsungan hidup mereka di dunia.
Adapun orang-orang yang beriman maka mereka mendapatkan rahmat dan hidayah yang khusus dari Allah Ta’ala untuk mengenal iman, memahami petunjuk-Nya, berpegang teguh dengan syariat-Nya dan meniti jalan yang lurus untuk menyampaikan mereka kepada keridhaan-Nya.

2). Pujian yang pantas bagi diri-Nya karena sifat-sifat-Nya yang maha sempurna
Allah Ta’ala memiliki nama-nama yang maha indah, sifat-sifat yang maha sempurna dan perbuatan-perbuatan yang maha terpuji, yang dengan itu semua, Dia Ta’ala pantas untuk mendapatkan pujian dan sanjungan yang sesuai dengan kemahaagungan dan kemahamuliaan-Nya.
Oleh karena itu, Allah Ta’ala dalam ayat-ayat al-Qur-an memuji diri-Nya atas kesempurnan sifat-sifat-Nya. Misalnya: sempurnanya sifat rububiyah-Nya (penciptaan, pengaturan dan pengurusan semua makhluk) terhadap alam semesta beserta isinya, sempurnanya kemahaesaan-Nya dalam uluhiyah (hak untuk disembah semata-mata), sempurnanya kemahaindahan nama-nama-Nya dan kemahaagungan sifat-sifat-Nya, jauhnya Dia Ta’ala dari sifat-sifat yang tidak pantas bagi kemahasempurnaan-Nya, seperti mempunyai anak, sekutu, mencintai makhluk karena Dia Ta’ala butuh kepadanya. Allah Ta’ala berfirman:

{وَقُلِ الْحَمْدُ لِلَّهِ الَّذِي لَمْ يَتَّخِذْ وَلَدًا وَلَمْ يَكُنْ لَهُ شَرِيكٌ فِي الْمُلْكِ وَلَمْ يَكُنْ لَهُ وَلِيٌّ مِنَ الذُّلِّ وَكَبِّرْهُ تَكْبِيرًا}.
Dan katakanlah: Segala puji bagi Allah Yang tidak mempunyai anak dan tidak mempuyai sekutu dalam kerajaan-Nya dan tidak mempunyai penolong (untuk menjaga-Nya) dari kehinaan dan agungkanlah Dia dengan pengagungan yang sebenar-benarnya” (QS al-Israa’: 111).

{وَلَئِنْ سَأَلْتَهُمْ مَنْ خَلَقَ السَّمَوَاتِ وَالأرْضَ وَسَخَّرَ الشَّمْسَ وَالْقَمَرَ لَيَقُولُنَّ اللَّهُ فَأَنَّى يُؤْفَكُونَ. اللَّهُ يَبْسُطُ الرِّزْقَ لِمَنْ يَشَاءُ مِنْ عِبَادِهِ وَيَقْدِرُ لَهُ إِنَّ اللَّهَ بِكُلِّ شَيْءٍ عَلِيمٌ. وَلَئِنْ سَأَلْتَهُمْ مَنْ نزلَ مِنَ السَّمَاءِ مَاءً فَأَحْيَا بِهِ الأرْضَ مِنْ بَعْدِ مَوْتِهَا لَيَقُولُنَّ اللَّهُ قُلِ الْحَمْدُ لِلَّهِ بَلْ أَكْثَرُهُمْ لا يَعْقِلُونَ}

Dan sesungguhnya jika kamu tanyakan kepada mereka: “Siapakah yang menciptakan langit dan bumi serta menundukkan matahari dan bulan?” Tentu mereka akan menjawab:”Allah”, maka betapakah mereka (dapat) dipalingkan (dari jalan yang benar). Allah melapangkan rizki bagi siapa yang dikehendaki-Nya di antara hamba-hamba-Nya dan Dia (pula) yang menyempitkan baginya, sesungguhnya Allah Maha Mengetahui segala sesuatu. Dan sesungguhnya jika kamu menanyakan kepada mereka: “Siapakah yang menurunkan air dari langit lalu menghidupkan dengan air itu bumi sesudah matinya?” Tentu mereka akan menjawab: “Allah”, Katakanlah: “Segala puji bagi Allah”, tetapi kebanyakan mereka tidak memahami(nya)” (QS al-‘Ankabuut: 61-63).
Maka bagi Allah-lah segala puji, Rabb langit dan Rabb bumi, Rabb semesta alam. Dan bagi-Nyalah keagungan di langit dan di bumi, Dialah Yang Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana” (QS al-Jaatsiyah: 36-37)11.
Pengaruh Positif dan Manfaat Mengimani Nama Allah Al-Hamiid
Mengimani dan meyakini bahwa Allah Ta’ala adalah maha terpuji ditinjau dari semua sudut pandang dan dalam segala keadaan, akan menjadikan seorang hamba selalu berusaha memuji dan menyanjung Rabbnya yang maha terpuji atas semua limpahan nikmat-Nya dan karena semua sifat kesempurnaan-Nya, secara tersembunyi maupun terang-terangan, dengan lisan, hati dan anggota badannya.
     Inilah potret sebaik-baik manusia pada hari kiamat, sebagaimana dalam hadits Rasulullah Shallallahu’alaihi Wasallam: “Hamba-hamba Allah Ta’ala yang paling utama (kedudukannya) pada hari kiamat adalah orang-orang yang paling banyak memuji Allah (sewaktu di sunia)”12.
Oleh karena itu, Rasulullah Shallallahu’alaihi Wasallam mencontohkan sebaik-baik teladan kepada kita dengan selalu memuji Allah Ta’ala dalam semua keadaan. Dari ‘Aisyah radhiallahu’anha : Bahwa Rasulullah Shallallahu’alaihi Wasallam tatkala beliau melihat sesuatu yang beliau sukai, maka beliau berkata (membaca): “Alhamdulillahilladzi bini’matihi tatimmush shaalihaat” (Segala puji bagi Allah yang dengan limpahan nikmat-Nya sempurnalah segala kebaikan bagi hamba-hamba-Nya). Dan tatkala beliau Shallallahu’alaihi Wasallam melihat sesuatu yang tidak beliau sukai, maka beliau berkata (membaca): “Alhamdulillahi ‘ala kulli haal” (Segala puji bagi Allah dalam semua keadaan)”13.
Maka ini semua akan melahirkan sikap selalu bersangka baik kepada Allah Ta’ala, yang ini merupakan sebab limpahan kebaikan dari Allah Ta’ala kepada hamba-Nya. Sebagaimana firman-Nya dalam sebuah hadits qudsi:
“Aku (akan memperlakukan hamba-Ku) sesuai dengan persangkaannya kepada-Ku”14.
Imam al-Haliimi berkata: “Hadits ini menunjukkan (sikap selalu) bersangka baik kepada Allah Ta’ala, dan bahwa Allah tidaklah menakdirkan (suatu) yang tidak disukai (oleh seorang hamba) kecuali untuk kebaikan yang diketahui-Nya dan dikehendaki-Nya untuk hamba-Nya”15.
     Demikian juga, keimanan yang benar terhadap nama Allah Ta’ala yang maha agung ini akan memotivasi seorang hamba untuk selalu berusaha menghiasi diri dengan akhlak yang terpuji, sifat-sifat yang mulia dan perbuatan-perbuatan yang baik, serta menjauhkan diri dari sifat dan akhlak tercela yang tidak dipuji dan diridhai oleh Allah Ta’ala16.
Demikianlah, dan kami akhiri tulisan ini dengan memohon kepada Allah dengan nama-nama-Nya yang maha indah dan sifat-sifat-Nya yang maha sempurna, agar dia senantiasa menganugerahkan kepada kita petunjuk dan taufik-Nya untuk selalu memuji dan menyanjung-Nya dengan pujian dan sanjungan yang sesuai dengan kemahaagungan-Nya, serta memudahkan kita untuk meraih sifat-sifat dan akhlak terpuji yang diridhai-Nya. Sesungguhnya Dia maha mendengar lagi maha mengabulkan doa.

57. AL MUHSHII ( MAHA PENGHITUNG)
Bila seseorang takut tidak bisa menjawab pertanyaan pada hari pengadilan di akhirat kelak, hendaknya ia sering membaca Yaa Muhshii sebanyak seribu kali. Insya Allah, ia akan mendapat kemudahan. Wallaahu’alam.

58. AL MUBDI’ (MAHA MEMULAI)
Sekiranya Yaa Mubdi’ dibaca berulang-ulang lalu ditiupkan kepada wanita yang hamil yang takut keguguran, Insya Allah, ia tidak akan mengalami musibah itu. Wallaahu’alam.

59. AL MU’IID (MAHA MENGEMBALIKAN)
Jika Yaa Mu’iid dibaca sebanyak tujuh puluh kali dan ditujukan kepada seeorang yang jauh dari keluarganya, dengan seizin Allah, orang tersebut akan pulang dengan selamat. Wallaahu’alam.

60.AL MUHYII (MAHA PEMBERI KEHIDUPAN)
Bila seseorang sedang memikul beban persoalan yang berat lalu ia mengucakan Yaa Muhyii tujuh kali setiap hari, Insya Allah, beban tersebut akan terlepas darinya. Wallaahu’alam.

61. AL MUMIIT (MAHA MEMATIKAN)
Bacaan Yaa Mumiit memiliki manfaat besar untuk menghancurkan dan mematahkan kekuatan musuh. Wallaahu’alam.

62. AL HAYY (MAHA HIDUP)
Bacaan Yaa Hayy berkhasiat memanjangkan umur. Baragsiapa yang rutin membacanya, khususnya setiap setelah selesai shalat sebanyak 18 kali, Insya Allah, ia akan terhindar dari kematian mendadak dan rejekinya diluaskan. Untuk mengobati sakit mata, bacalah Yaa Hayy sembilan belas kali. Insya Allah akan sembuh. Wallaahu ‘alam.

63. Al-Qayyuumu (Yang Terus Menerus Mengurus)
      Sesuai dengan kebesaran dan kekuasaan-Nya, Allah tidak memerlukan bantuan dari siapa pun dalm mencipta, mengatur, dan memelihara alam semesta. Firman-Nya sebagai berikut.
  
 ...اللهُ لآَ إِلَهَ إِلاَّ هُوَ الْحَيُّ الْقَيُّومُ 
Artinya: Allah, tidak ada Tuhan selain Dia, Yang Maha Hidup, Yang terus menerus mengurus (makhluk-Nya)...(QS. Al-Baqarah/2:255)

64. AL WAAJID (MAHA MENEMUKAN)
Seseorang yang ingin jadi pemurah hendaknya memperbanyak mambaca Yaa Waajid. Wallaahu’alam.

65. AL MAAJID (MAHA MULIA)
Orang yang sering mengamalkan Yaa Maajid, dengan seizin Allah, hatinya akan tercerahkan. Wallaahu’alam.

66. AL WAAHID (MAHA TUNGGAL)
Orang yang membaca Yaa Waahid berulang-ulang dalam kondisi yang menyendiri dan di tempat yang tenang, dengan seizin Allah dia akan terlepas dari rasa takut dan angan-angan. Bacaan ini juga berpengaruh besar dalam mendatangkan kasih sayang. Juga kedekatan serta kemuliaan di antara keluarga dan sanak keluarga dan sanak saudara. Wallaahu’alam.

67.Al-Ahad (Yang Maha Esa)
Ash-Shamad. Allah Ta’ala berkata:

قُلْ هُوَ اللَّهُ أَحَدٌ (1) اللَّهُ الصَّمَدُ (2) [الإخلاص/1، 2]

“Katakanlah: “Dia-lah Allah Al-Ahad. Allah Ash-Shamad”. (Al-Ikhlash: 1-2). Dan dari Abu Hurairah Radhiyallahu ‘Anhu, dari Nabi Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam beliau berkata:

68. ASH SHAMAD (MAHA DIBUTUHKAN)
Barangsiapa rajin membaca Yaa Shomad berulang-ulang, Insya allah, Allah akan memenuhi kebutuhannya. Wallaahu‘alam.

69. AL QOODIR (MAHA MAMPU)
Barangsiapa sering mengamalkan Yaa Qoodir, dengan seizin Allah, semua hasrat dan keinginannya akan terkabul. Wallaahu’alam.

قال الله عز وجل: …..وأنا الأحد الصمد لم ألد ولم أولد ولم يكن لي كفأ أحد.
“Allah ‘Azza wa Jalla berkata:…. Dan Aku Al-Ahad lagi Ash-Shamad, tidak beranak dan tidak pula diperanakan dan tidak ada sesuatupun yang setara (dengan-Ku)”. (HR. Al-Bukhariy, no. 4979)

70.  al-Mutakabbir (Yang maha Mengahiri)

هُوَ اللَّهُ الَّذِي لَا إِلَهَ إِلَّا هُوَ الْمَلِكُ الْقُدُّوسُ السَّلَامُ الْمُؤْمِنُ الْمُهَيْمِنُ الْعَزِيزُ الْجَبَّارُالْمُتَكَبِّرُ سُبْحَانَ اللَّهِ عَمَّا يُشْرِكُونَ

ialah Allah Yang tiada Tuhan selain Dia, Raja, Yang Maha Suci, Yang Maha Sejahtera, Yang Mengaruniakan Keamanan, Yang Maha Memelihara, Yang Maha Perkasa, Yang Maha Kuasa, Yang Memiliki segala Keagungan, Maha Suci Allah dari apa yang mereka persekutukan. Yang Memiliki Kebesaran Al-Hasyr: 23

71. Al-Muqaddim (Yang Maha Mendahulukan)
dari Abu Musa, dari Nabi Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam, beliau berkata:

…..أنت المقدم وأنت المؤخر وأنت على كل شيء قدير

“Engkau Al-Muqaddim, Engkau Al-Muakhkhir, dan Engkau atas segala sesuatu Al-Qadiir”. (HR. Al-Bukhariy, no. 6398 dan Muslim, no. 2719).
Seseorang yang membaca Yaa Muqoddim berkali-kali di medan peperangan atau di suatu tempat yang menakutkan, Insya Allah, ia tidak akan terkena gangguan. Wallaahu’alam.

72. AL MUAKHKHIR (MAHA MENUNDA)
Barangsiapa membaca Yaa Muakhkhir di dalam hati sebanyak seratus kali setiap hari, Insya Allah, relung hatinya akan dipenuhi dengan kecintaan kepada Allah. Tidak ada kecintaan kepada selain-Nya. Wallaahu’alam.

73. AL AWWAL (MAHA AWAL)
Barangsiapa ingin dikaruniaiseorang anak, atau ingin bertemu dengan seseorang yang sedang berpergian jauh maka bacalah Yaa Awwal sebanyak seribu kali selama empat puluh jum’at.

74. AL AAKHIR (MAHA AKHIR)
Seseorang yang sering membaca Yaa Aakhir akan menjalani hidup dengan baik. Dan di akhir hayatnya, Insya Allah, ia akan menutup usianya dengan baik. Wallaahu’alam.

75. AZH ZHAAHIR (MAHA NYATA)
Barangsiapa membaca Yaa Zhaahir sebanyak lima belas kali setelah shalat jum’at, dengan seizin Allah, cahaya Ilahi akan masuk ke hatinya. Wallaahu’alam.

76. AL BAATHIN (MAHA TERSEMBUNYI)
Barangsiapa ingin melihat kebenaran dalam berbagai hal, bacalah Yaa Baathin tiga kali setiap hari. Wallaahu’alam.

77. AL WAALII (MAHA MEMERINTAH)
Bila seseorang membaca Yaa Waalii berulang-ulang lalu meniupkannya ke dalam rumahnya, maka dengan seizin Allah, Allah akan melindungi rumah tersebut dari bahaya. Wallaahu’alam.

78. AL MUTA’AALII (MAHA TINGGI)
Bila seseorang rajin membaca Yaa Muta’aalii berulang-ulang, dengan seizin Allah, Allah akan memberinya banyak kebaikan. Wallaahu’alam.

79. AL BARR (SUMBER SEGALA KEBAIKAN)
Bila seseorang rajin membaca Yaa Barr untuk anaknya, dengan seizin Allah, anaknya akan terlepas dari berbagai kemalangan. Wallaahu’alam.

80. AT TAWWAAB (MAHA PENERIMA TOBAT)
Bila seseoarang rajin membaca Yaa Tawwaab berulang-ulang, dengan seizin Allah, Allah akan menerima tobatnya. Wallaahu’alam.

81. AL MUNTAQIM (MAHA PENUNTUT BALAS)
Bila seseorang rajin membaca Yaa Muntaqim berulang-ulang, dengan seizin Allah, Allah akan memberinya kemenangan bila ia berhadapan dengan musuh.

82. AL ‘AFUWW (MAHA PEMAAF)
Bila seseorang rajin membaca Yaa ‘Afuww berulang-ulang, dengan seizin Allah, Allah akan mengampuni dosa-dosanya. Wallaahu’alam.

83. AR RA’UUF (MAHA BELAS KASIH)
Bila Seseorang rajin membaca Yaa Roo’uuf berulang-ulang, dengan seizin Allah, ia akan mendapatkan keberkahan dari Allah. Wallaahu’alam.

84. MAALIKUL-MULK (MAHA MEMILIKI KERAJAAN ABADI)
Bila seseorang rajin membaca Yaa Maalikul-Mulk berulang-ulang, dengan seizin Allah, Allah akan memberi martabat dan harga diri kepadanya di mata manusia. Wallaahu’alam.

85. DZUUL-JALAALI-WAL-IKROOM (MAHA MEMILIKI KEBESARAN DAN KEMULIAAN)
Bila seseorang rajin membaca Yaa Dzul-Jalaali-Wal-Ikroom, dengan seizin Allah, Allah akan memberinya kekayaan. Wallaahu’alam.

86. AL MUQSITH (MAHA ADIL)
Bila seseorang rajin membaca Yaa Muqsith berulang-ulang, dengan seizin Allah, Allah akan melindunginya dari gangguan setan. Wallaahu’alam.

87. AL JAAMI’ (MAHA MENGHIMPUN)
Bila seseorang kehilangan sesuatu, ia bisa membaca Yaa jaami’ berulang-ulang. Allah akan membantu mempermudah pencarian barangnya yang hilang itu. Wallaahu’alam.

88. AL GHANIYY (MAHA KAYA)
Bila seseorang rajin membaca Yaa Ghaniyy, dengan seizin Allah, Allah akan memberinya perasaan cukup dengan apa yang dimiliki dan tidak akan dijangkiti sifat serakah. Wallaahu’alam.

89. AL MUGHNII (MAHA PEMBERI KEKAYAAN)
Bila seseorang rajin membaca Yaa Mughnii sebanyak sepuluh kali selama sepuluh jumat, dengan seizin Allah, Allah akan mencukupi kebutuhannya. Wallaahu’alam.

90. AL MAANI’ (MAHA PENCEGAH)
Bagi orang yang sudah berumah tangga, bila rajin membaca Yaa Maani’, dengan seizin Allah, Allah akan memberi ketenteraman hidup dalam rumah tangganya. Wallaahu’alam.

91. ADH DHAAR (MAHA PEMBERI KESUKARAN)
Bila seseorang rajin membaca Yaa Dhaar pada malam jumat, dengan seizin Allah, Allah akan mengangkat derajat dan kedudukannya ke tempat yang lebih tinggi. Wallaahu’alam.

92. AN NAAFI’ (MAHA PEMBERI MANFAAT)
Bila seseorang membaca Yaa Naafi’ empat hari berturut-turut, maka dengan seizin Allah, ia bakal terhindar dari banyak gangguan. Wallaahu’alam.

93. AN NUUR (MAHA PEMBERI CAHAYA)
Bila Seseorang rajin membaca Yaa Nuur, maka dengan seizin Allah, Allah akan memberinya karunia cahaya batiniah. Dan Allah juga akan memberinya pengetahuan untuk mengetahui hal-hal yang tersembunyi. Wallaahu’alam.

94. AL HAADII (MAHA PEMBERI PETUNJUK)
Bila seseorang ingin memiliki pengetahuan spiritual dan makrifat atau ilmu mengenai Allah SWT. Maka perbanyaklah membaca Yaa Haadii. Wallaahu’alam.

95. AL BADII’ (MAHA PENCIPTA HAL BARU)
Bila seseorang membaca Yaa Badii’assamaawaati wal ardh (wahai Sang Pencipta segala sesuatu yang tiada banding di muka bumi dan jagat alam semesta) sebanyak tujuh puluh kali maka dengan seizin Allah, segala kesulitan yang menimpanya akan berakhir. Wallaahu’alam.

96. AL BAAQII (MAHA KEKAL)
Bila seseorang membaca Yaa Baaqii seratus kali sebelum matahari terbit maka, dengan seizin Allah, ia akan terbebas dari seluruh bencana di sepanjang hidupnya. Dan di akhirat kelak, ia akan dikasihi oleh Allah SWT. Wallaahu’alam.

97. AL WAARITSU (MAHA MEWARISI)
Bila seseorang sering membaca Yaa Waarits maka Allah akan memperpanjang usianya. Wallaahu’alam.

98. AR ROSYIID (MAHA PEMBERI PETUNJUK KE JALAN YANG BENAR)
Bila seseorang membaca Yaa Rosyiid sebanyak seribu kali, yaitu diantara waktu shalat Maghrib dan shalat Isya, dengan seizin Allah, berbagai persoalannya akan terselesaikan. Wallaahu’alam.

99. YAA SHABUUR (MAHA SABAR)
Ketika seseorang dalam kesulitan atau berduka, bacalah Yaa Shobuur sebanyak tiga ribu kali, dengan izin Allah, Allah akan memberinya jalan keluar. Jika Yaa Shobuur dibaca sebanyak seribu kali, Allah akan memberinya ilham berupa kesabaran atas segala kesusahan dan bala bencana yang menimpanya. Wallaahu’alam.

Tidak ada komentar: